Wuku adalah bagian dari suatu siklus dalam penanggalan Jawa dan Bali yang berumur tujuh hari (satu pekan). Siklus wuku berumur 30 pekan (210 hari), dan masing-masing wuku memiliki nama tersendiri. Perhitungan wuku (bahasa Jawa: pawukon) masih digunakan di Bali dan Jawa, terutama untuk menentukan "hari baik" dan "hari buruk" serta terkait dengan weton.
Ide dasar perhitungan menurut wuku adalah bertemunya dua hari dalam sistem pancawara (pasaran) dan saptawara (pekan) menjadi satu. Sistem pancawara atau pasaran terdiri dari lima hari, sedangkan sistem saptawara terdiri dari tujuh hari. Dalam satu wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti, misalkan hari Sabtu Pon terjadi dalam wuku Wugu. Menurut kepercayaan tradisional orang Bali dan Jawa, semua hari-hari ini memiliki makna khusus.
Pembagian Wuku tersebut selain untuk mengetahui watak dan karakter dasar seseorang berdasarkan kelahirannya, juga dipercaya untuk melihat kesesuaian Dhapur Keris yang cocok untuk setiap wuku yang ada.
Selengkapnya pembahasan masalah Wuku dan Dhapur Keris adalah sebagai berikut :
1. Wuku Sinta.
Dewanya Sanghyang Batara Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda.
Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup.
Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang.
Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib.
Gedungnya di depan = memperlihatkan simbol kekayaannya, pradah hanya lahir.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
2. Wuku Landep.
Dewanya Sanghyang Batara Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi.
Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atat kembang (kakatua) = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan.
Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
3. Wuku Wukir.
Dewanya Sanghyang Batara Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama. Tunggulnya : didepan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang. Menghadapi air di bokor besar = baik budi pekertinya, menghormati orang lain. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh pimpinan. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
4. Wuku Kurantil.
Dewanya Sanghyang Batara Langsur = pemarah.
Memanggul tunggul = akhirnya mendapat kesenangan hidup.
Air dalam bokor besar disebelah kiri = serong hatinya, sering iri hati.
Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas.
Burungnya : Salindita = lincah / tangkas.
Gedungnya terbalik di depan = boros.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
5. Wuku Tolu.
Dewanya Sanghyang Batara Bayu = dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah,
Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari.
Pohonnya : Wijayamulya (Gaharu) = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya.
Burungnya : Branjangan = ringan tangan, cepat bekerjanya.
Gedungnya di depan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.
6. Wuku Gumbreg.
Kaki sebelah yang di depan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas di belakang.
Pohonnya : Beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi.
Burungnya : Ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya di kiri = penyayang, tapi kalau sedang jengkel tidak.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
7. Wuku Warigalit.
Dewanya Sanghyang Batara Asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh,
Pohonnya : Sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta.
Burungnya : Kepodang – gampang marah, cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak.
Menghadapi Candi = Senang berprihatin, menyepi.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
8. Wuku Warigagung,
Dewanya sanghyang Mahayekti = berat tanggungannya, berkeinginan.
Tunggulnya : di belakang = rejekinya dibelakang hari.
Pohonnya : cemara = ramah bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. Burungnya : Betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan.
Gedungnya dua buah di muka dan di belakang = ikhlasnya hanya setengah, jiwanya labil.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
9. Wuku Julungwangi.
Tunggulnya : di depan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang. Menghadap air di bokor = dermawan tetapi harus diperlihatkan,
Pohonnya Cempaka = dicintai oleh orang banyak.
Burungnya Kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
10 Wuku Sungsang.
Pohonnya : Kayutangan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain.
Burungnya : Nuri = pemboros, jauh kebahagiaannya.
Gedungnya terbalik di belakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.
11. Wuku Galungan.
Memangku air dalam bokor = suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya. Pohonnya : Kayutangan = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain.
Burungnya : Elang = gesit tingkahnya, pandai mencari nafkah.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
12. Wuku Kuningan.
Pohonnya : Wijayakusuma = menghindari keramaian, punya kharisma tinggi, orang senang bergaul dengannya.
Burungnya : Urang-urangan = lincah, cepat bekerjanya, lekas marah, mudah ngambek. Gedungnya di belakang, jendelanya tertutup = hemat, banyak perhitungan.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
13. Wuku Langkir.
Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang.
Burungnya Gagak = tanggap bisikan gaib.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
14. Wuku Mandasiya.
Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara.
Burungnya : Platukbawang = rajin bekerja.
Gedungnya tertutup di depan = hemat dan banyak rejekinya.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
15. Wuku Julungpujud.
Menghadap bukit/gunung = besar kemauannya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Remuyuk = indah warnanya, tidak berbau, disukai orang.
Burung : Emprit Jowan = besar kemauannya tetapi pikirannya sukar diduga orang, halus budinya.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.
16. Wuku Pahang.
Bokornya di sebelah kiri di belakangnya = suka jalan serong.
Memanggul keris = kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai.
Pohonnya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burung : Cucakrowo = banyak bicaranya.
Gedung di depan = boros.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
17. Wuku Kuruwelut.
Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati.
Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya.
Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh.
Gedungnya di depan = memperlihatkan kekayaannya, angkuh dan tidak mau disepelekan.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
18. Wuku Marakeh.
Tunggulnya membalik = cepat naik karier, lekas hidup senang.
Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna.
Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya.
Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
19. Wuku Tambir.
Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya.
Burungnya : prenjak = suka membuat isu.
Gedungnya tiga tertutup semua = tidak dapat kaya hanya setengah-setengah saja.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
20. Wuku Madangkungan.
Pohonnya : plasa = terhormat didaerah sendiri, sedang di kota tidak berarti apa-apa. Burungnya : pelung = suka tinggal ditempat sunyi.
Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, hemat.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.
21. Wuku Maktal.
Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar. Burungnya : ayam hutan = suka tinggal ditempat sunyi, sukses dalam karier, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia.
Gedungnya ditumpangi tunggul = kaya benda dan dihormati/berwibawa.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
22. Wuku Wuyu.
Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya.
Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, pemberani, kuat dan tetap hatinya.
Burungnya : Gagak = tak suka kepada keramaian, tanggap gaib.
Gedungnya terlentang di depan = pengasih tapi pemboros.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
23. Wuku Manahil.
Air di bokor di belakangnya = halus perintahnya, tetapi tidak menghargai bawahan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.
Pohonnya : Tegaron = liat hatinya, semangat perjuangan hidupnya tinggi.
Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya / perasa.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
24. Wuku Prangbakat.
Kakinya kanan direndam dalam air bokor = perintahnya dingin di depan panas di belakang. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, agak angkuh.
Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
25. Wuku Bala.
Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi.
Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.
26. Wuku Wugu.
Pohonnya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi setelah dimakan sering dicela. Banyak rejekinya.
Burungnya : Kepodang = pamer, cemburuan, tidak suka berkumpul.
Gedungnya tertutup di belakang = hemat dan hati-hati membelanjakan uangnya.
Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.
27. Wuku Wayang.
Bokor berisi air di depan dan duduk di atasnya = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya.
Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang.
Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak.
Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.
28. Wuku Kulawu.
Duduk di bokor berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya.
Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai.
Pohonnya: Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya.
Burungnya : Nuri, boros, murka.
Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.
Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.
29. Wuku Dukut.
Pohonnya : Pandanwangi = tidak menonjol.
Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.
Membelakangi gedungnya = sangat hemat.
Berhadapan dengan dua bilah keris terhunus = selalu siaga dan waspada, serta serba ingin tahu.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.
30. Wuku Watugunung.
Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa.
Nagagini = gemar kepada asmara. Keduanya sangat gemar kebudayaan dan ilmu kebatinan.
Menghadap Candi = suka bertapa ditempat yang sunyi, gemar bersemedi dan mempelajari ilmu kebatinan.
Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti.
Burungnya : Gogik = cemburuan, mudah tersinggung dan tidak senang di tempat yang ramai.
Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.






























No comments:
Post a Comment